puisi ini kubuat
untuk kalian wahai jiwa kesalahpahaman
puisi ini
kutulis untuk para ahli ibadah yang terhasud syaitan
puisi ini
kupersembahkan hanya untuk kalian
bagaimana tidak, anak
cucumu telah kering oleh airmata yang sekian lama terserap
lakumu
bagaimana tidak, watakmu
meresahkan jiwa awam yang tak kunjung mengerti akan
lakumu yang terkadang
aneh diatas mimbar
lalu untuk apa
kau acungkan jari tengahmu ditengah pembangunan
masjid itu; kami tahu dia kecil
masjid itu; kami tahudia
lemah tak berdaya dinista dan dicaci hingga meretakkan tali
persaudaraan kita
masjid itu; kami tahu ia
bercucuran airmata perih hatinya
menyaksikan darah
tercecar dan membanjiri
begitu saja di persimpangan jarak kita
lalu untuk apa kau bangun tembok
penghalang di
pekarangan rumahmu yang
memerah bercak darah
pekarangan rumahmu yang dipenuhi
bibi kebencian
lalu untuk apa, bagaimana tidak, lantaran
masjid itu
puisi ini kubuat
untuk kalian....
(15 hari setelah kunjungan
ibunda...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar